*Sinergitas Polri Dukung Swasembada Pangan, Penanaman dan Panen Jagung Kuartal I 2026 Digelar di Desa Madak*



Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Polri melalui Polres Sambas melaksanakan kegiatan Penanaman dan Panen Jagung Kuartal I Tahun 2026 di PT KBK/KBM, Desa Madak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Rabu (18/2/2026) pukul 12.30 WIB hingga 14.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat, dan pihak swasta dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan Presiden RI.

Hadir dalam Kegiatan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.I.K., S.H., M.H
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas Apriadi Sahiri, S.P., M.M
Pejabat Utama Polres Sambas
Deputi Plasma PT KBK/KBM Yacobus Ratuanik
SEM PT KBK/KBM Syahrudin Lumban Tobing
Manager SSL Suriadi, S.H
Camat Subah Rita Ahie, S.K.M., M.M
Kapolsek Subah Ipda Maryono, S.Sos
Kepala Desa Madak Nelson
Koordinator PPL BPP Subah Eko Suryono, S.ST beserta anggota
Kadus Prajo Desa Madak Hendra
Tokoh masyarakat Dusun Prajo (7 orang)
Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Desa Madak Polsek Subah Aiptu Rahmad Kartono
Asisten dan karyawan PT KBK/KBM (30 orang)
Anggota Polsek Subah (10 personel)
Petani jagung (10 orang)

Dukung Program Swasembada Pangan
Dalam kegiatan tersebut digunakan bibit jagung jenis NK Perkasa, dengan harapan hasil panen ke depan dapat mencapai 5–6 ton per hektare.

Kapolres Sambas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program Presiden RI melalui Asta Cita, khususnya swasembada pangan. Polri sendiri telah membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan yang di tingkat kabupaten berada di Polres Sambas.
“Melalui program 1 Desa 1 Hektare, Polri hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas jagung tanpa mengganggu luas tanam padi, sehingga keseimbangan produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Capaian dan Target 2026
Tahun 2025, tercatat di Gugus Tugas Polres Sambas luas lahan tanam jagung mencapai 417,84 hektare dengan total produksi sebesar 433 ton.

Untuk Tahun 2026, ditargetkan luas tanam jagung di Kabupaten Sambas mencapai 419 hektare dengan target panen sebesar 883 ton.

Penentuan area tanam jagung dilakukan dengan memperhatikan agar tidak mengurangi luas lahan padi, sehingga ketahanan pangan tetap optimal dan berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Kamtibmas
Kolaborasi yang terjalin antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas panen jagung. Selain itu, peningkatan sektor pertanian juga diyakini dapat membuka lapangan kerja baru, yang pada akhirnya berdampak pada terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif.

Kabupaten Sambas yang selama ini dikenal sebagai lumbung beras, diharapkan juga mampu menjadi salah satu pemasok utama jagung dalam percepatan swasembada pangan nasional.

Jagung juga memiliki peran strategis dalam mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis), karena menjadi bahan baku pakan ternak yang menunjang ketersediaan daging sebagai salah satu sumber protein bagi masyarakat.

Melalui sinergitas dan komitmen bersama, diharapkan program ketahanan pangan di Kabupaten Sambas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

#IndonesiaMandiriPangan
#PemenuhanGiziNasional

Komentar