Jelang Idul Fitri, Kanit Binmas Polsek Sajad Minta Warga Tidak Panic Buying BBM

SAJAD– Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat, Kepolisian Sektor (Polsek) Sajad melalui Kanit Binmas, Aipda Asmaul Husna, mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Sajad untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.
Himbauan ini dikeluarkan guna menjaga kondusivitas serta memastikan distribusi BBM tetap merata di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang lebaran.
Stok BBM di Kalbar dan Sambas Dipastikan Aman
Aipda Asmaul Husna menegaskan bahwa berdasarkan koordinasi dan pemantauan di lapangan, ketersediaan stok BBM untuk wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas, dalam kondisi yang cukup dan stabil.
> "Kami mengimbau warga Sajad agar tidak perlu khawatir. Berdasarkan data yang ada, stok BBM di wilayah Sambas dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa mudik dan lebaran," ujar Aipda Asmaul Husna saat melakukan sambang warga, Senin (16/03).
Hindari Penimbunan dan Antrean Panjang
Pihak Kepolisian juga mengingatkan bahwa tindakan panic buying justru dapat memicu antrean panjang di SPBU yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Selain itu, masyarakat dilarang keras melakukan penimbunan BBM dengan maksud mencari keuntungan pribadi.
Poin Utama Himbauan Polsek Sajad:
 * Tetap Tenang: Jangan terpengaruh isu kelangkaan yang tidak jelas sumbernya.
 * Beli Seperlunya: Lakukan pengisian BBM sesuai dengan kebutuhan kendaraan sehari-hari.
 * Jaga Ketertiban: Budayakan antre secara teratur di titik-titik pengisian bahan bakar.
Pengawasan Terus Dilakukan
Polsek Sajad menyatakan akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap distribusi BBM di wilayah hukumnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya praktik nakal yang dapat merugikan masyarakat luas.
"Personel kami akan terus memantau di lapangan. Jika masyarakat menemukan adanya kendala atau penyimpangan terkait distribusi BBM, segera lapor ke pihak berwajib," tutupnya.

Komentar