Polsek Sambas Kawal Panen Raya Jagung Program 1 Desa 1 Hektar di Desa Kartiasa untuk Dukung Swasembada Pangan 2026.

SAMBAS – Jajaran Polsek Sambas menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Hibrida di Dusun Sekuyang, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, pada Senin (09/03/2026) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan kuartal I tahun 2026 melalui program unggulan "1 Desa 1 Hektar". Dimulai sekira pukul 08.00 WIB, agenda ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional di wilayah Kabupaten Sambas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sambas, Kapolsek Sambas yang diwakili oleh PS. Kanit 1 Binmas, serta Danramil Sambas yang diwakili oleh Batuud 1208-01/Sambas. Turut mendampingi pula Kepala Desa Kartiasa beserta perangkatnya, Ketua BPD, PPL Desa Kartiasa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga pengurus BUMDes Pasar Melayu serta perwakilan masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal keberhasilan sektor pertanian, di mana Polri berperan aktif sebagai fasilitator program pemerintah.
Lahan yang dipanen merupakan aset milik Desa Kartiasa dengan luas mencapai ± 10.000 M² atau satu hektar yang terletak di RT.010 RW.004 Dusun Sekuyang. Tanaman jagung yang dipanen menggunakan bibit unggul varietas Syngenta NK6172 Perkasa jenis hibrida dengan total penggunaan benih sebanyak 10 kg. Pemilihan bibit berkualitas serta pendampingan yang intensif terbukti mampu memberikan hasil maksimal pada musim panen kuartal pertama tahun ini, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dari tingkat desa.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pada pukul 09.30 WIB tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui keberhasilan panen raya di Desa Kartiasa ini, diharapkan dapat menjadi motivasi dan percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Sambas untuk terus mengoptimalkan lahan produktif mereka. Langkah ini dinilai strategis dalam memastikan ketersediaan stok pangan daerah tetap terjaga sepanjang tahun 2026.

Komentar