Dihadiri Wagub Kalbar dan Ribuan Warga, Polres dan Polsek Sambas Amankan Penutupan Gawai Naik Dango ke-XIX.
SAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Sambas bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Sambas memperketat pengamanan jalannya acara penutupan Pekan Gawai Naik Dango ke-XIX Kabupaten Sambas Tahun 2026. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas selama malam puncak festival budaya tersebut berlangsung. Pengamanan intensif dilaksanakan pada hari Minggu malam, 24 Mei 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai pukul 23.50 WIB, bertempat di Rumah Adat Dayak Ramin Bantang Nek Riuh, Dusun Sungai Pinang RT 09 RW 03, Desa Sungai Rambah, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.
Acara penutupan yang dihadiri oleh sekitar 4.000 pengunjung ini ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., beserta Ibu. Agenda sakral ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Provinsi Kalimantan Barat, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marjani, S.E., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Frans Zeno, S.STP., Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Drs. H. Sugeng Hariadi, M.M., Kasatpol-PP Suherman, S.H., M.H., Kepala BPBD Ir. Ansfridus Juliardi Andjioe, M.E., Direktur Bank Kalbar, serta Uskup Agung Agustinus Agus. Kehadiran para tokoh penting tingkat provinsi ini mempertegas pentingnya pelestarian nilai budaya dan toleransi di wilayah Kalimantan Barat.
Dari tingkat daerah, hadir langsung Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.I.K., S.H., M.H., Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., para Asisten Setda Kabupaten Sambas, perwakilan Kepala OPD Pemda Sambas, serta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sambas. Selain itu, tampak hadir perwakilan Dandim 1208/Sbs Kapten Inf. Waniran, perwakilan Danki Batalyon 645/GTY Letda Inf. Rama, perwakilan Kajari Sambas David Sintong Halomoan Manullang, S.H., M.H., Korwil DAD Provinsi Kalbar untuk Kabupaten Sambas Boni Marius, M.M., Kepala Bank Kalbar Cabang Sambas, Ketua DAD Kecamatan se-Kabupaten Sambas, Camat Sajingan, Camat Subah, Camat Sambas, serta perwakilan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Paguyuban Jawa Kabupaten Sambas.
Rangkaian acara malam penutupan berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib, diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan dari ketua panitia, penyampaian sambutan-sambutan, sesi foto bersama, hingga penutup. Dalam laporan penutupan, Ketua Panitia Albertus Suryanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan sumbangsih dana hingga terkumpul sebesar Rp157.000.000,- untuk kelancaran seluruh rangkaian ibadah ritual, pawai, perlombaan, dan hiburan. Pihak panitia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada aparat keamanan gabungan yang telah mengawal jalannya festival dari hari pertama hingga malam puncak sehingga dapat berjalan dengan sangat aman dan kondusif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sambas menegaskan bahwa Gawai Naik Dango bukan sekadar perayaan milik suku Dayak, melainkan wadah pemersatu bagi seluruh suku yang ada di Kabupaten Sambas. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk merendahkan egosentris demi membangun pemerintahan daerah yang aman, serta meminta pengunjung untuk terus menjaga ketertiban. Semangat persatuan ini didukung penuh oleh Bupati Sambas, H. Satono, yang menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil nyata kolaborasi dan sinergi berbagai komponen masyarakat, termasuk keterlibatan MABM, DAD, MABT, Paguyuban Jawa, serta organisasi kepemudaan lainnya dalam menanamkan adab, moral yang baik, serta menciptakan Kabupaten Sambas sebagai wilayah yang sangat toleran terhadap perbedaan suku maupun agama.
Sebelum menutup kegiatan secara resmi, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, memberikan arahan penting agar seluruh masyarakat saling bergotong-royong membangun daerah, termasuk mendesak pihak perusahaan swasta untuk aktif memberdayakan dan membimbing SDM lokal demi peningkatan keterampilan kerja. Ia mengingatkan agar tidak ada pengotak-kotakan antar-kelompok karena keberagaman merupakan kodrat yang harus dijaga. Wagub juga berharap agar pelaksanaan Gawai di tahun-tahun mendatang dirancang lebih mendalam sebagai wadah pelestarian adat dan budaya sejati, bukan sebatas perayaan tahunan, salah satunya dengan memunculkan kembali alat-alat tradisional zaman nenek moyang demi mengedukasi generasi muda.
Guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah lautan manusia yang hadir, operasi pengamanan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi yang terdiri dari 30 personel Polri (Polres dan Polsek Sambas), 4 personel TNI, 8 personel Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas untuk pengaturan lalu lintas, serta 10 personel Satpol-PP Kabupaten Sambas. Berkat kesiapsiagaan dan pendekatan humanis dari seluruh personel gabungan di lapangan, seluruh rangkaian acara penutupan Pekan Gawai Naik Dango ke-XIX ini dapat terselenggara dengan lancar tanpa ada kejadian menonjol, dan situasi wilayah hukum Polsek Sambas secara keseluruhan dilaporkan aman, tertib, serta kondusif.
Komentar
Posting Komentar