Perkuat Kamtibmas, Kapolsek Tebas Hadiri Tradisi Adat Berape Sawa ke-5 di Ramin Bantang Ria Tanik Desa Maribas
Tribratanews.polri.go.id. Polda Kalbar, Polres Sambas, Polsek Tebas – Dalam semangat pelestarian budaya dan mempererat hubungan antara POLRI dengan masyarakat, Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin, S.A.P., M.H menghadiri acara Tradisi Adat Berape Sawa ke-5 yang digelar di Ramin Bantang Ria Tanik Dusun Sei Enau Desa Maribas Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Sabtu (30/5/2025).
Acara adat yang sakral dan penuh makna ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Di antara yang hadir adalah Perwakilan Ketua DAD Prov. Kalbar yang diwakili sekertaris internal Drs. Agustinus Clarus, M.SI, Bupati Sambas diwakili Kadis Perkim LH Kab. Sambas Obertus, S.P.I, Kadis Pemuda dan Olahraga Kab. Sambas Dedi Zulkarnain, S.T, Ketua DAD Kab. Sambas diwakili Gideon, Camat Tebas Suriawan, S.ST., M.T, Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin, S.A.P., M.H, Danramil Tebas diwakili Babinsa Sertu Isnadi, Kepala Desa Maribas Marsianus Sati, S.AP, Kepala Desa Seret Ayon Mikael Ika, Kepala Desa Seberkat diwakili Kepala Dusun Sebetung Musliadi, Kepala Banua Rangkaye Tambang Laut Petrus Atan, S.Pd, Ketua DAD Kec. Tebas Awin, Ketua Amma Bide Banua Tambang, Suparno, A.Md, Ketua Panitia Amantius, para perwakilan dan Ketua Adat Dusun seKecamatan Tebas, Tokoh Masyarakat dan Adat Banua Tambang Laut serta tamu undangan lainnya dan ratusan warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dalam balutan nuansa kearifan lokal yang kental. Masyarakat tampak mengenakan pakaian adat, dan prosesi upacara dijalankan dengan penuh khidmat. Tarian adat, ritual persembahan hasil bumi, serta doa-doa adat dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas berkah panen yang telah diterima.
Tradisi Berape Sawa sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah dalam memohon doa untuk hasil pertanian yang lebih baik di musim-musim mendatang. Melalui tradisi ini, masyarakat memperkuat hubungan spiritual dengan alam serta menjaga kesinambungan antara generasi terdahulu dan generasi penerus.
Kapolsek Tebas menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya acara yang dinilai mampu menciptakan keharmonisan antarwarga. Ia menegaskan bahwa kepolisian selalu berada ditengah masyarakat dan mendukung kegiatan-kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal.
“Kami dari Polsek Tebas sangat mengapresiasi tradisi Berape Sawa ini. Budaya adalah identitas, dan menjaga budaya berarti menjaga jati diri kita sebagai bangsa. Kegiatan ini bukan hanya penting untuk pelestarian warisan leluhur, tetapi juga mempererat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Kapolsek.
Lebih lanjut, IPTU Eko juga menyinggung pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh warga untuk terus menjalin kebersamaan, saling menghormati antarumat beragama, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan Berape Sawa ditutup dengan doa bersama dan makan adat sebagai simbol rasa syukur dan persaudaraan. Rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, semangat persatuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga budaya serta stabilitas Kamtibmas khususnya di Banua Tambang Laut Kecamatan Tebas dapat terus terpelihara dan ditingkatkan dari waktu ke waktu, tutupnya.
Komentar
Posting Komentar