Tingkatkan Kesadaran Hukum, Bhabinkamtibmas Kartiasa Hadiri Penyuluhan Perlindungan Perempuan dan Anak.



SAMBAS – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak serta menekan angka kekerasan dalam rumah tangga, Pemerintah Desa Kartiasa menggelar Kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Perlindungan Anak dan Perempuan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, pada Senin (18/05/2026) mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kartiasa, Brigpol Renold Effendy, bersama jajaran perangkat desa dan instansi terkait guna memberikan dukungan penuh terhadap program perlindungan masyarakat ini.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas selaku pemateri, Camat Sambas yang diwakili oleh Kasi Kesos Kecamatan Sambas, Ibu Kurniawati, serta Plt. Kepala Desa Kartiasa, Ferie Sukma Wijaya, S.IP.
Turut hadir pula Sekretaris Desa Abdul Khoir, Ketua BPD M. Saini, para Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua RT se-Desa Kartiasa, Ibu-Ibu penggerak PKK, serta sekitar 40 orang perwakilan masyarakat yang didominasi kaum perempuan.
Rangkaian Acara: Dimulai dengan pembukaan dan pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari PJ Kepala Desa Kartiasa dan sambutan dari Bhabinkamtibmas. Memasuki acara inti, dilaksanakan paparan materi Penyuluhan Perlindungan Anak, yang kemudian diikuti dengan sesi diskusi interaktif bersama warga, sebelum akhirnya ditutup siang hari.

Dalam sambutannya, Bhabinkamtibmas Desa Kartiasa Brigpol Renold Effendy menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar dalam mengawasi anak-anak. Beliau juga mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat Desa Kartiasa menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai hak-hak anak dan kesadaran hukum. Warga kini dinilai lebih mampu mengenali serta mencegah tindakan kekerasan, perundungan (bullying), hingga eksploitasi terhadap anak dan perempuan.
Kegiatan ini dinilai sukses memicu kesadaran warga untuk bersama-sama berkomitmen menciptakan ruang yang aman dan ramah bagi anak di lingkungannya masing-masing. Seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir berjalan dengan situasi yang aman, tertib, dan lancar.

Komentar