**BANTU SUKSESKAN SWASEMBADA, BINTARA PENGGERAK KETAHANAN PANGAN PANTAU PERKEMBANGAN TANAMAN JAGUNG DI DESA BERINGIN**
**SAJAD** – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat desa, Bintara Penggerak Ketahanan Pangan melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan komoditas tanaman jagung di Dusun Jambu, Desa Beringin, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas.
Pemantauan ini dilakukan tepat setelah tanaman jagung memasuki usia 10 Hari Setelah Tanam (HST). Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan fase awal pertumbuhan vegetatif tanaman berjalan dengan optimal.
Bintara Penggerak Ketahanan Pangan yang bertugas di wilayah tersebut turun langsung ke lahan pertanian milik warga untuk mengecek kondisi fisik tanaman. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, benih jagung yang ditanam 10 hari lalu kini sudah mulai tumbuh merata dengan ketinggian rata-rata 10 hingga 15 centimeter. Daun pertama dan kedua sudah terbuka sempurna, menandakan proses perkecambahan dan adaptasi tanah berjalan dengan baik.
> "Usia 10 hari pertama ini adalah masa kritis bagi tanaman jagung. Kita harus memastikan tanaman bebas dari gangguan hama awal seperti ulat tanah maupun lalat bibit, serta memastikan ketersediaan air dan kelembaban tanahnya cukup," ujar Bintara Penggerak Ketahanan Pangan di sela-sela kegiatannya.
>
Selain melakukan pengecekan visual, kehadiran Bintara Penggerak Ketahanan Pangan ini juga menjadi ruang dialog bersama para petani setempat. Mereka memberikan edukasi mengenai pola pemeliharaan lanjutan, termasuk persiapan pemupukan pertama (pemupukan dasar susulan) yang idealnya dilakukan dalam beberapa hari ke depan, serta teknik penyiangan gulma di sekitar area perakaran.
Para petani di Dusun Jambu menyambut baik pendampingan intensif ini. Kehadiran petugas di lapangan dinilai memberikan suntikan motivasi sekaligus rasa aman bagi petani dalam mengelola lahan mereka. Mereka berharap, melalui pemantauan berkala dan arahan teknis yang diberikan, hasil panen jagung kali ini dapat melimpah dan meningkatkan perekonomian warga Desa Beringin.
Program pendampingan ini menegaskan komitmen sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Kabupaten Sambas, sekaligus menjadi bagian mendasar dari rantai pasokan pangan yang kuat dan berkelanjutan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Komentar
Posting Komentar