Polres Sambas Perkuat Sinergi Penanggulangan Karhutla, Rapat Lintas Sektoral Bahas Strategi Hadapi Musim Kemarau
Sambas - Polda Kalba. Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas menggelar Rapat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas, Kamis (23/7/2026). Rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau di wilayah Kabupaten Sambas.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai instansi terkait, di antaranya Kabid BKSDA Provinsi Kalimantan Barat, Kepala BPBD Kabupaten Sambas, perwakilan Polres Sambas, Kodim 1208/Sambas, BMKG Kabupaten Sambas, BKSDA Kabupaten Sambas, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perkim LH, UPT KPH Sambas, perwakilan kecamatan, Manggala Agni, hingga sejumlah perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Sambas. Kapolres Sambas diwakili Kasubag Kerma Bagops Polres Sambas dalam rapat tersebut sebagai bentuk komitmen Polri mendukung penanganan karhutla secara terpadu.
Dalam pemaparannya, BMKG Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Dipole Mode Index (DMI) yang berdampak pada menurunnya curah hujan. Prakiraan cuaca periode Agustus hingga Oktober 2026 menunjukkan intensitas hujan berada pada kategori rendah hingga menengah, sementara curah hujan pada Dasarian III Juli masih tergolong rendah dengan sifat hujan di bawah normal. BMKG juga mencatat telah terdeteksi 25 titik panas sejak Juni 2026, dengan Kecamatan Paloh menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan hotspot.
Sementara itu, Kabid BKSDA Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan dampak karhutla terluas di Indonesia pada tahun 2026. Hingga Juni 2026, luas lahan terdampak kebakaran tercatat mencapai 2.280,20 hektare. Berdasarkan evaluasi periode 2019 hingga 2025, kejadian karhutla di Kabupaten Sambas cenderung berulang pada wilayah Jawai, Teluk Keramat-Tangaran, Selakau Timur, Tebas-Semparuk, serta Paloh-Galing, sehingga kawasan tersebut menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran.
BPBD Kabupaten Sambas mengungkapkan bahwa berdasarkan data aplikasi Sipongi, luas lahan terbakar sementara pada tahun 2026 mencapai sekitar 2.228,20 hektare atau 44,52 persen dibandingkan luas karhutla tahun sebelumnya. Selain itu, sejak 1 Januari hingga 22 Juli 2026 tercatat sebanyak 895 titik panas yang tersebar di 15 kecamatan dan 67 desa. Dalam rapat juga dibahas pentingnya pembangunan embung air di wilayah rawan karhutla, peningkatan kesiapsiagaan perusahaan perkebunan, optimalisasi dana penanggulangan bencana di tingkat desa, serta pengawasan terhadap kanal dan sumber air yang menjadi faktor penting dalam proses pemadaman.
Pada kesempatan tersebut, Kasubag Kerma Bagops Polres Sambas menyampaikan bahwa tantangan utama penanganan karhutla di Kabupaten Sambas adalah kondisi lahan gambut yang menyulitkan proses pemadaman serta masih adanya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Meski demikian, Polres Sambas telah menyiapkan personel dan peralatan yang dapat digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan eskalasi kebakaran. Dukungan dari perusahaan melalui penyediaan sarana dan prasarana juga dinilai sangat membantu dalam proses penanganan di lapangan.
Melalui sesi diskusi, seluruh peserta rapat menyepakati beberapa langkah strategis, di antaranya mempercepat pembangunan embung air dan kanal di lokasi rawan karhutla, mengusulkan pembentukan Surat Keputusan Tim Darurat Penanggulangan Karhutla, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui sinergi tiga pilar, serta mendorong pemerintah pusat untuk memberikan dukungan tambahan berupa sarana dan prasarana operasional guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sambas.
Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono menyampaikan bahwa Polres Sambas siap mendukung penuh setiap langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat.
"Keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga memerlukan upaya pencegahan secara berkelanjutan melalui edukasi, patroli terpadu, deteksi dini hotspot, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar", ujar Kasihumas.
Humas Polres Sambas
Komentar
Posting Komentar