Polsek Sambas Polres Sambas Selesaikan Penanganan Dugaan Perusakan di Kompleks Pemakaman Tionghoa Secara Humanis Libatkan Orang Tua dan Aparat Desa
Sambas - Polda Kalbar, Polres Sambas. Polsek Sambas menyelesaikan penanganan perkara terhadap sekelompok remaja yang diduga terlibat dalam aksi perusakan di kompleks Pemakaman Tionghoa, Dusun Gunung Sepuk, Desa Sepuk Tanjung, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB dan ditindaklanjuti dengan pendekatan pembinaan serta penyelesaian secara humanis yang melibatkan orang tua, pemerintah desa, dan unsur terkait.
Informasi mengenai adanya sekelompok remaja yang berkumpul di kawasan pemakaman diterima oleh Polsek Sambas pada malam kejadian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket segera melakukan patroli ke lokasi dan mendapati sejumlah remaja sedang berada di area pemakaman. Selanjutnya, para remaja diamankan dan dibawa ke Mapolsek Sambas untuk dilakukan pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses penanganan, Polsek Sambas memanggil orang tua atau wali dari 11 remaja yang diamankan, sekaligus menghadirkan perangkat desa guna mencari penyelesaian terbaik. Langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan restoratif dan pembinaan, mengingat seluruh pihak yang diamankan masih berstatus anak dan pelajar.
Kegiatan penyelesaian perkara dihadiri oleh Kasubsektor Sebawi AIPTU Rudi Kurniawan, KSPKT AIPDA Yayan Muhaimin, Bhabinkamtibmas Desa Sepuk Tanjung AIPDA Dede Hidayat, personel piket Intel dan Reskrim, Kepala Dusun Gunung Sepuk, anggota Linmas, para orang tua atau wali, serta 11 remaja yang diamankan.
Dalam penyelesaian tersebut, seluruh orang tua dan para remaja menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Setelah proses pembinaan selesai, para remaja diserahkan kembali kepada orang tua atau wali masing-masing dengan harapan mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif di lingkungan keluarga.
Selain itu, Polsek Sambas juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sebawi.
Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan bahwa Polri mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menangani perkara yang melibatkan anak di bawah umur. Menurutnya, pembinaan, pendampingan orang tua, serta kerja sama dengan pemerintah desa menjadi langkah yang lebih efektif untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum, tanpa mengabaikan proses sesuai ketentuan yang berlaku.
AKP Sadoko Kasih Wiyono juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, serta memastikan mereka tidak berada di luar rumah tanpa pengawasan yang jelas. Polres Sambas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghormati tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah maupun keagamaan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Humas Polres Sambas
Komentar
Posting Komentar