SAMBAS – Polda Kalbar, Polres Sambas. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Paloh menjadi perhatian serius. Tim penyuluhan Mabes TNI bersama unsur pemerintah, TNI-Polri dan instansi terkait menggelar sosialisasi untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Paloh, Desa Nibung, Rabu (2/9/2026), diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari pemerintah kecamatan, kepala desa, BPD, TNI-Polri, Puskesmas, BMKG serta unsur terkait. Tim Mabes TNI menekankan pentingnya mengubah pola penanganan dari sekadar siap memadamkan menjadi lebih mengutamakan pencegahan.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, terutama pemerintah desa dan masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.
“Sinergi antara aparat, pemerintah desa dan masyarakat harus terus diperkuat. Edukasi serta kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting agar potensi Karhutla dapat dicegah sebelum berkembang dan meluas,” ujar AKP Sadoko.
Dalam sosialisasi, peserta juga mendapat pemaparan mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, ekonomi dan aktivitas sosial. Tim mengingatkan bahwa ketentuan pembukaan lahan dengan cara membakar bukan berarti memberikan izin bebas membakar, sementara BMKG memprediksi September masih berada pada periode curah hujan rendah sehingga potensi Karhutla perlu diwaspadai.
Di tempat terpisah, Plt. Kapolsek Paloh AKP Hendri mengatakan bahwa Kecamatan Paloh saat ini harus tetap siaga menghadapi potensi Karhutla. Ia mengajak seluruh pihak aktif menjaga lingkungan, memberikan edukasi kepada masyarakat dan segera melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi kebakaran. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab serta berlangsung aman dan kondusif.
Humas Polres Sambas
Komentar
Posting Komentar